9 situs yang berguna bagi kita kita mahasis(w)a

Kuliah di IPB mahal? Kata siapa? Engga mahal sih. Tapi engga dikit juga kebutuhan yang harus dipenuhi. Apalagi kalau kita ngekos dan jauh merantau dari orang tua. Gak cuma makan dan tempat tinggal, fotokopi slide dan tugas laporan membengkak. Kalau udah begini aku harus apa Mamake?
Buat anak kuliahan, don’t worry be happy. Ada 10 website yang dapat membantu kita selama kuliah.

1. Cari uang saku tambahan di Sribulancer.com
Sribulancer adalah website yang mempertemukan perusahaan dengan frelancer. Karena freelance tidak terikat jam kerja, website ini bisa banget dipake buat mahasiswa. Kamu bisa memilih kategori lowongan yang sesuai keahlian. Ada kategori website, penulisan, desain, bisnis dan pemasaran, pengembangan dan aplikasi mobile, serta data entri.

2. Kalau ingin pekerjaan yang beragam, bukalah StudentJob.co.id. Selain freelance, lowongan magang dan part-time tersedia.
StudentJob.co.id punya pilihan magang, parttime, dan volunteer. Artikel-artikelnya demi meningkatkan skill.

3. Saat tugas paper datang, kamu bisa menyingkat waktu. Jurnal LIPI (http://www.jurnal.lipi.go.id/) adalah situs untuk referensimu.
Situs ini menyediakan jurnal gratis! Meski tampilannya sederhana, tidak perlu bingung mencari jurnal yang diinginkan. Carilah di kolom pencarian dan klik hasilnya. Begitu muncul deretan judul, klik salah satu. Kamu akan melihat abstrak jurnal. Langsung saja klik “Naskah lengkap” di kiri bawah. Jika naskah tersebut berlisensi terbuka, jurnal langsung terunduh ke laptop kamu.

4. Bukupedia.com tidak hanya menyediakan referensi untuk kuliah saja. Kamu juga bisa membeli buku impor tanpa syarat yang berat.
Bukupedia.com memiliki banyak koleksi buku dari beragam kategori dan E-book. Mulai dari ekonomi, teknologi, sastra, arsitektur dan sebagainya juga tersedia. Di samping itu, kamu juga dapat membeli buku impor dari Amazon dengan mata uang rupiah dan tanpa kartu kredit. Menarik, bukan?

5. Kalau sulit mengatur keuangan, coba klik LiveOlive.com.
Bukan hanya semasa kuliah, situs ini juga penting untuk proyeksi keuangan jangka panjang.
Situs dengan tagline “Money Center” ini, sebenarnya ditujukan untuk cewek. Namun cowok-cowok bisa mencobanya. Sebab aplikasi gratis ini sangat berguna untuk proyeksi keuangan sekarang hingga masa depan.

6. Cari beasiswa biar hidup kamu gak makin merana di PusatInformasiBeasiswa.com
PusatInformasiBeasiswa.com adalah situs komprehensif untukmu. Mulai dari info beasiswa S1, S2, S3, fellowship, beasiswa non gelar, hingga lowongan kerja tersedia. Semakin seru lagi karena tersedia tips mendapatkan beasiswa impian.

7. Tugas mata kuliah “Metode Penelitian”? Mulai dari sekarang, jadikan “Google Form” sebagai respondennya!
Sebelum internet marak, survei, kuisioner dan angket harus disebarkan manual.
Berkat “Google Form”, kamu tinggal menyebarkan lewat dunia maya dan dapatkan respon lebih besar. Gratis!

8. Kamu yang belajar bahasa asing, pasti akan suka situs Translate.com. Situs ini membuatmu belajar pengucapan bahasa asing. Jadi kamu ga perlu jauh jauh ke Pare kan buat belajar bahasa Inggris?
Saat ini, situs Translate.com sudah didukung dengan 84 bahasa di dunia. Mulai dari Bahasa Inggris hingga Bahasa Jawa. Yang menarik, untuk bahasa tertentu, terjemahannya pun diikuti dengan audio. Tentunya ini sangat membantumu belajar mengeja kata-kata asing.
Namun perlu diingat untuk bahasa seperti Mandarin, Jepang, Rusia, Korea, dan Arab. Penerjemahan bahasa tersebut melibatkan penulisan aksara negara yang bersangkutan, bukan dengan huruf Roman.

9. Sewa kos habis? Cari aja di Serumah.com
Buat anak kuliah yang ngekos, situs ini pasti akan sangat membantu. Apalagi kalau sewa kos habis dan harus pindah.
Selain itu kamu bisa juga cari roommate yang mau diajak patungan nyewa rumah atau kamar kost bareng. Atau kalau kamar kost kamu terlalu luas dan kamu mau nyewa bareng, kamu bisa iklanin secara gratis di serumah.com.

Gimana? Semoga situs tadi bermanfaat ya buat kamu! Atau kamu punya situs rekomendasi lainnya? ^^

CSR dalam Konteks Pengembangan Masyarakat

CSR dalam Konteks Pengembangan Masyarakat
Oleh:
Luki Setyawan

Pendahuluan

Perkembangan dunia usaha terus mengalami perkembangan signifikan dari tahun ke tahun. Perkembangan sederhana yang dapat diukur adalah peningkatan produksi. Peningkatan produksi perusahaan diiringi juga oleh peningkatan produksi emisi atau limbah. Berbagai aktivitas perusahaan secara langsung maupun tidak langsung telah mempengaruhi kehidupan komunitas sekitar perusahaan, terutama dalam ekosistem.
Dampak perusahaan yang merugikan lingkungan, terutama masyarakat (komunitas) sekitar, telah membawa era baru munculnya CSR (Corporate Social Responsibility). CSR, atau yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi tanggungjawab sosial perusahaan merupakan suatu wadah untuk menampung kegiatan – kegiatan inisiatif perusahaan sebagai wujud respon perusahaan terhadap kritik konsumen.
CSR dipandang sebagai paradigma baru sebagai komponen penting dalam berbisnis. Hal ini tidak terlepas dari peran CSR sebagai media untuk membangun modal sosial melalui kerekatan sosial dengan komunitas sekitar perusahaan . Modal sosial sama seperti modal kapital maupun modal manusia, dapat meningkatkan produktivitas melalui hubungan antar pelaku, baik secara individu maupun kelompok.
CSR masa kini telah mendapat perhatian khusus dalam dunia usaha. Namun demikian, dalam praktiknya CSR sering dipandang hanya sebagai “kosmetik” yang bertugas mempercantik wajah perusahaan di mata publik. Salah satu pandangan negatif menjelaskan CSR hanya menjadi alat promosi perusahaan, bukan pendukung keberlanjutan lingkungan. Berbagai kritik terhadap keberadaan CSR akhirnya memaksa setiap stakeholder untuk melakukan kajian – kajian mengenai peran CSR dalam pembangunan ekonomi dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Definisi dan Konsep CSR
Beragam definisi mengenai CSR telah diungkapkan selama kurun waktu 30 tahun terakhir. Sonny dan Jalal (2008) dalam pengantar buku “CSR untuk Penguatan Kohesi Sosial” menjelaskan CSR sebagai badan yang mengkoordinasikan kegiatan sebagai upaya manajemen yang dijalankan oleh entitas bisnis untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan berdasar keseimbangan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. Definisi lain mengatakan bahwa CSR merupakan alat promosi perusahaan sebagai usaha peningkatan daya saing melalui pertimbangan sosial dan lingkungan sebagai strategi bisnis (Jacky, 2008). Menurut The World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), CSR adalah komitmen bisnis untuk berkontribusi dalam

pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan karyawan perusahaan, keluarga karyawan tersebut, dan komunitas – komunitas setempat .
Dari setiap bacaan yang dipakai sebagai rujukan, konsep CSR hampir serupa. CSR dipandang sebagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai upaya perusahaan dalam menjalankan entitas bisnis untuk mewujudkan ekonomi berkelanjutan dengan memperhatikan lingkungan dan komunitas sekitar. Konsep CSR yang dibawa lebih karena faktor “tuntutan” peraturan pemerintah atau standar kualifikasi ISO 26000. Perusahaan memandang CSR sebagai alat promosi, kedok, atau bahkan “kosmetik” untuk tetap tampil “cantik” dihadapan publik. Pandangan ini merupakan pandangan negatif terhadap keberadaan CSR jika dipandang dari kacamata publik. Akan tetapi, CSR sebenarnya adalah alat yang dipakai perusahaan untuk menunjukan kepeduliannya pada pembangunan manusia dan keberlanjutan lingkungan dengan menyisihkan profit perusahaan (Jacky, 2008). Selain itu, CSR dapat menjadi instrumen pendorong perusahaan mewujudkan gagassan keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan.

CSR sebagai Media Pembangunan Berkelanjutan
Dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan, kerjasama antar stakeholder merupakan sarat mutlak yang harus dipenuhi. Perusahaan sebagai pihak yang melakukan bisnis perlu menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan juga pemerintah. Modal sosial merupakan solusi yang dikedepankan melalui CSR. CSR akan menjembatani kepentingan perusahaan dengan stakeholder lain. Tidak hanya menghubungkan dengan berbagai stakeholder, CSR juga memiliki fungsi khusus mnejaga keberlanjutan lingkungan (Triple bottom line).
Perusahaan akan menyediakan anggaran khusus yang akan digunakan CSR untuk melaksanakan progam – progam tanggung jawab sosial perusahaan. Tanggung jawab sosial ini dilakukan dalam beragam bentuk. Sebagai contoh, Exxon Mobil Oil Indonesia membuat progam Semai Benih Bangsa (SBB) sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pendidikan usia dini di Aceh Utara. Proyek Tangguh-BP mengadopsi “Progam Sosial Terpadu” sebagai komitmen membangun kawasan yang terkena dampak langsung dari aktivitas perusahaan (Mulya dan Wicaksono, 2008). Progam ini terdiri dari sembilan komponen, yaitu Relokasi pemukiman, Pengembangan sarana kehidupan, Pengembangan usaha, Penguatan usaha, Manajemen tenaga kerja, Pendidikan, Pelatihan kejuruan, Urusan migrasi/pendatang, Unit kesehatan komunitas.
Peran CSR tidak semata- mata hanya mempercantik citra perusahaan di mata publik. Lebih dari itu, CSR harus bisa berperan sebagai lem yang merekatkan hubungan baik antara masyarakat dengan perusahaan. Modal sosial merupakan investasi jangka panjang yang dapat memastikan keberlangsungan perusahaan. Selain itu, CSR tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan perusahaan. CSR seharusnya lebih jeli memandang kondisi atau isu – isu yang sedang terjadi sehingga mampu mengelola keadaan dan meminimalisir konflik. Mark Diesendorf dalam Jacky Ambadar (2008) menjelaskan pembangunan berkelanjutan menyangkut keberlangsungan ekologi, ekonomi, dan sosial. Artinya, kegiatan CSR wajib memperhatikan keberlangsungan ekologi karena masyarakat sangat tergantung pada intehritas biosfer dan proses ekologi di dalamnya. Fakta ini semakin menegaskanusulan bahwa kegiatan CSR harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat (komunitas). Sebagai media pembangunan berkelanjutan, kegiatan CSR sebaiknya lebih difokuskan pada upaya terciptanya kemandirian ekonomi oleh masyarakat sekitar. Untuk itu, kajian mendalam diperlukan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekitar perusahaan.

Progam – Progam CSR
Dewasa ini, sudah banyak perusahaan yang menerapkan CSR sebagai progam wajib dalam struktural perusahaan, antara lain: ExxonMobil Oil Indonesia di Nanggroe Aceh Darussalam; BP – Proyek Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat, PT Riau Andalan Pulp and Paper, Riau; Bogasari Flour Mills, Jakarta; dan PT. Bank Negara Indonesia Tbk. KCU UI Depok. Beberapa progam CSR yang sudah dilakukan diuraikan sebagai berikut:
1. ExxonMobil Oil Indonesia (EMOI) di Nanggroe Aceh Darussalam
EMOI melalui CSR-nya berusaha meningkatkan kualitas SDM masyarakat Aceh melalui pendidikan. Melalui pendidkan juga perusahaan membangun kerekatan sosial dengan masyarakat. Tidak hanya jalur formal, EMOI juga menempuh jalur informal sebagai media meningkatkan sumberdaya manusia di Aceh Utara. EMOI menyediakan progam magang di perusahaan bagi pemuda – pemuda pilihan. Selain bekerjasama dengan komunitas, perusahaan juga menjalin tali kerekatan dengan pemerintah lokal. Para pekerja EMOI yang menjadi sukarelawan saat terjadi bencana di desa Ampeh, Lhoksukon menjadi bukti kerjasama ini.
2. BP – Proyek Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat
Berbeda dengan EMOI, BP – Proyek Tangguh membuat Progam Sosial Terpadu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keberlangsungan lingkungan. Progam ini terdiri dari sembilan komponen. Proyek Tangguh mengembangkan rencana aksi pembebasan lahan dan relokasi pemukiman ( Mulya dan Wicaksono, 2008). Relokasi pemukiman ini mengikuti standar relokasi pemukiman yang digunakan oleh Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia. Relokasi pemukiman dilakukan dengan maksud memindahkan masyarakat ke daerah dengan peluang pendapatan, standar hidup, dan sarana penghidupan yang lebih baik.
3. PT. Riau Andalan Pulp and Paper, Riau (Riaupulp)
Riaupulp, melalui CSR-ya memberdayakan masyarakat dengan cara memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, seperti progam Sistem Pertanian Terpadu dan pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM). Selain itu, Riaupulp juga memberikan modal usaha setelah terlebih dahulu memberikan pelatihan kewirausahaan. Riaupulp juga punya progam Perkebunan Tanaman Serat berbasis Komunitas. Progam ini bersifat bagi hasil karena masyarakat mendapat sekitar 30% – 40% kayu hasil tanam. CSR dari Riaupulp juga memberikan pelayanan kesehatan. Berbagai progam yang diberikan Riaupulp untuk masyarakat sekitar telah menjadi bukti sahih bahwa CSR sudah memainkan peranannya dengan baik.
4. Bogasari Flour Mills, Jakarta
Bogasari melakukan kegiatan tanggungjawab sosialnya dibidang pendidikan dengan cara memberikan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu. Selain itu, dana CSR digunakan untuk membantu menerbitkan buku – buku non profit untuk disebarkan ke daerah – daerah.
5. PT. Bank Negara Indonesia Tbk. KCU UI Depok
Progam – progam CSR di PT. BNI cabang UI Depok terbagi dalam lima kategori; Bidang Pendidikan, Kesehatan, Kemitraan, Pengembangan Sarana Umum, dan Bantuan Korban Bencana Alam. Sebagai contoh di bidang pendidikan, BNI memberikan 3300 beasiswa bagi pelajar/mahasiswa yang kurang mampu tapi berprestasi pada tahun 2005. Dibidang kesehatan, BNI bekerjasama dengan Medical Emergency Rescue Commite (MER-C) membuka 60 klinik sosial yang tersebar diseluruh Indonesia. berbagai kegiatan lain yang insendital juga dilakukan oleh BNI, misalnya pemberian bantuan sebesar Rp 500 juta kepada korban bencana alam di TPA Leuwigajah, Banndung pada tahun 2005.

Prinsip dan Dimensi dalam CSR
Dalam kegiatan CSR untuk mengembangkan ekonomi komunitas lokal perusahaan juga harus melibatkan komunitas. Komunitas tidak boleh hanya dianggap sebagai obyek yang harus dilibatkan oleh perusahaan, tetapi harus sebagai subyek atau bagian dari pelaku bisnis perusahaan. Inisiatif keterlibatan perusahaan dengan komunitas dapat menciptakan dampak positif terutama pada mereka dengan pendapatan sangat rendah.
Menurut Fredian Tonny (2012), dimensi CSR dapat digolongkan kedalam lima tipe. Pertama, Dimensi Lingkungan. Berdasarkan analisis sederhana terhadap empat buku bacaan, sudah didapati bahwa CSR ada untuk ikut membantu keberlanjutan lingkungan, terutama lingkungan sekiar perusahaan. Kedua, Dimensi Sosial. Dimensi ini berhubungan erat dengan modal sosial dan kerekatan sosial, dimana perusahaan berinisiatif membangun hubungan lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang di lakukan oleh CSR. Ketiga, Dimensi Ekonomi. Contoh kasus di PT. Riau Andalan Pulp and Paper telah menjelaskan peranan CSR dalam penciptaan ekonomi mandiri untuk komunitas lokal. Keempat, Dimensi Kesukarelaan. Dalam bacaan, dimensi ini belum terlalu banyak terlihat. Yang terakhir, Dimensi Pemangku Kepentingan (Stakeholder). CSR menghubungkan perusahaan tidak hanya dengan masyarakat, tapi juga dengan pemerintah lokal. Peran ini sudah dilakukan oleh CSR di contoh empat bacaan.

Kesimpulan
Perkembangan dunnia usaha yang terus melesat kencang tidak dapat dilepaskan dari interaksi dengan masyarakat, baik sebagai konsumen maupun sebagai pekerja. Tidak hanya sebagai konsumen, masyarakat, terutama di sekitar perusahaan akan mendapatkan dampak dari aktivitas perusahaan. Perusahaan tidak dapat terus menutup mata pada kritik masyarakat. Sebagai bentuk tanggungjwaba sosial perusahaan, dibentuklah CSR (Corporate Social Responsibility).
CSR adalah alat perusahaan sebagai upaya manajemen untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan berdasar keseimbangan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif. CSR menyeimbangkan aktivitas bisnis perusahaan dengan kesejahteraan masyarakat untuk menciptakan keadilan sosial.
Berbagai progam CSR seperti pemberian beasiswa, pelatihan, pemberian modal usaha merupakan perwujudan tanggungjawab sosial perusahaan mendukung keberlanjutan lingkungan. Dimensi CSR yang terbagi kedalam lima tipe diharapkan dapat mencakup setiap kebutuhan masyarakat. CSR selama ini dipandang hanya sebagai topek perusahaan untuk tampil cantik di mata publik. Dengan implementasi progam maupun kegiatan yang tepat, kedepannya diharapkan CSR dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjamn keuntungan perusahaan secara konsisten.

DAFTAR PUSTAKA

Ambadar, Jacky. 2008. CSR dalam praktik di Indonesia. Jakartta: Eleksmedia Kompotindo.
Patra, Benny. 2009. Analisis pengaruh penerapan progam corporate social responsibility (CSR) terhadap loyalitas nasabah tabungan BNI taplus di PT. Bank Negara Indonesia Tbk, KCU UI Depok. Bogor: Institut Pertanian Bogor. 117 hal.
Radiati, MRN. 2008. CSR untuk pemberdayaan ekonomi lokal. Jakarta: Indonesia Business Links.
Samosir, Partogi Saoloan. 2011. Analisis kebijakan corporate social responsibility berkelanjutan pada industri otomotif di indomobil group. [disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 235 hal.
Sarosa, Wicaksono dan Mulya Amri. 2008. CSR untuk penguatan kohesi sosial. Jakarta: Indonesia Business Links. 105 hal.
Sukada, Sonny, Pamadi Wibowo, Katamsi Ginano, Jalal, Irpan Kadir, dan Taufik Rahman. 2007. Membumikan bisnis berkelanjutan: Memahami konsep dan praktik tanggungjawab sosial perusahaan. Jakarta: Indonesia Business Links.
Tonny, Fredian. 2012. Isu – isu, karakteristik, dan perkembangan corporate social responsibility (CSR). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Eranya Mahasiswa Superstar

Menyandang status mahasiswa bak bintang film FTV. Muncul sesekali tapi digandrungi. Namun setelah filmnya habis, mereka akan segera dilupakan. Tidak mudah mempertahankan “kebintangan” ditengah maraknya film sebagai industri kreatif. Mahasiswa yang hanya punya waktu tidak sampai 7 tahun untuk “bermain peran” dikampus juga punya kewajiban serupa. Memunculkan dan mempertahankan dirinya sebagai seorang superstar.
Sama seperti seorang anak berseragam putih abu – abu, kewajiban utama seorang mahasiswa adalah belajar. Belajar memiliki definisi yang sangat luas. Belajar bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dengan siapapun. Belajar bukan cuma tentang IPK 4,00. Meskipun indeks prestasi penting untuk keberlanjutan karier pasca wisuda, kecerdasan emosi juga pantas di prioritaskan disamping kecerdasan intelektual. Tempat melatih kecerdasan emosi terbaik adalah organisasi.
Beberapa mahasiswa senang mengkategorikan mahasiswa berdasarkan kegiatannya. Ada yang bilang bahwa mahasiswa yang hobi kuliah tanpa organisasi adalah mahasiswa Kupu – Kupu ( kuliah – pulang kuliah – pulang). Sebagian lain menjuluki aktivis kampus sebagai mahasiswa Kura – Kura ( kuliah – rapat kuliah – rapat) yang menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk berorganisasi. Organisasi, disadari atau tidak sudah membantu seorang mahasiswa menemukan jati dirinya, memberi kacamata baru untuk melihat bahwa hidup tidak cuma tentang IPK 4,00. Sisa kelompok mahasiswa lain lebih memberi prioritas pada kecerdasan spiritual. Kelompok mahasiswa ini memberikan banyak waktunya untuk berkembang melalui kehidupan religi yang teratur. Apapun sarana belajarnya, satu hal yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan.
Perkembangan teknologi yang begitu pesat memunculkan tagline baru. Teknologi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Kemudahan komunikasi lewat smartphone memberikan akses cepat dan nyaman dalam interaksi. Akan tetapi, realita yang terjadi adalah orang – orang terlalu sibuk untuk berinteraksi dengan telepon genggam mereka daripada dengan orang yang ada disebelahnya. Tidak usah heran jika anda menemukan mahasiswa sejurusan yang tidak saling kenal. Interaksi tatap muka digantikan perananya oleh media sosial semacam facebook dan twitter. Anda akan lebih banyak mendengarkan bunyi “kriing” daripada “tolong”, apalagi “terimakasih”. Ketergantungan mahasiswa yang begitu tinggi akan gadget dan jejaring sosial memunculkan dugaan baru, mahasiswa tidak punya ruang untuk mengekspresikan dirinya ditengah kebingungan akan jamaknya rupa pergaulan modern.
Memperhatikan semua hal dengan maksud berprestasi dibanyak bidang saya kira bukan termasuk dalam definisi fokus. Akan tetapi, bukankah lebih baik jika kata fokus boleh didefinisikan dengan kalimat tersebut?
Mahasiswa yang menempatkan akademik pada urutan pertama daftar kepentingan akan memiliki nilai – nilai yang bagus di transkrip nilai. Paling sial, biasanya masih diatas 3,00. Memiliki nilai bagus bukan berarti bersukacita penuh tawa. Biasanya, mahasiswa Kupu – Kupu dicibir sebagai mahasiswa culun kurang gaul. Para aktivis kampus membaganggakan curriculum vitae mereka yang seabrek, bekal untuk melamar kerja. Menghabiskan waktu untuk rapat, bahkan bolos kuliah dan titip absen. Kebanggaan mereka tidak akan luntur meskipun IP terus menurun. Ideologinya, tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan. Akan tetapi, ketika orang tua sudah mulai berteriak karena sudah 6 tahun tidak juga menyandang toga, nyali mereka ciut. Mahasiswa religi sangat baik untuk kebudayaan timur khas Indonesia. Mereka memandang kesibukan duniawi sebagai hal yang sia – sia. Pada akhirnya, mereka membuat jurang dalam nan panjang antara diri mereka dan lingkungan mereka. “maaf, kami terlalu suci untuk bergaul dengan kalian”. Mahasiswa gadget yang suka gonta – ganti handphone biasanya punya relasi yang baik melalui jejaring sosial. Mereka pintar, mobile, aktif dan atraktif, sekaligus kurang kerjaan. more »

Resume Kuliah Pengembangan Masyarakat minggu ke – 2

Resume Kuliah Pengembangan Masyarakat
Minggu ke-2
Luki Setyawan
Kelas B1-C3

Komunitas dan Pengembangan Masyarakat dalam Perspektif Sosiologi

Dalam pandangan umum, pengertian komunitas (community) dan masyarakat (society) hampir tidak dapat dibedakan. Keduanya memiliki definisi yang hampir sama. Keduanya mengkaji tentang kumpulan manusia. Namun, dalam pandangan Pengembangan Masyarakat sebagai suatu ilmu pengetahuan komunitas dan masyarakat memiliki pengertian yang berbeda. Konsep komunitas (community) adalah suatu wilayah yang didalamnya bukan hanya merupakan kumpulan orang, melainkan lebih pada kumpulan kelembagaan yang membedakan dengan intentitas sosial lainnya ( Fredian, 2013). Komunitas dicirikan dengan adanya suatu interaksi sosial yang intensif antar individu maupun antar kelompok dalam suatu wilayah tertentu, adanya kedalaman perhatian bersama, dan mempunyai kebutuhan bersama. Beda dengan Masyarakat (society) yang cenderung heterogen, komunitas memiliki anggota yang cenderung homogen. Homogenisasi ini dipengaruhi oleh kesamaan tujuan, teritorial tempat, interaksi sosial, serta identifikasi psikologi. Masyarakat dan komunitas adalah dua hal yang saling berhubungan dan tidak boleh dipisahkan. Komunitas adalah bagian dari masyarakat, akan tetapi masyarakat belum tentu komunitas. Beberapa perbandingan lain antara masyarakat dan komunitas adalah sebagai berikut :
Komunitas: Masyarakat:
– Kultural – Struktural
– Solidaritas Mekanik – Solidaritas Organik
– Partisipatif Efektif – Produktivitas efisiensi
– Relatif otonom – Dependent

Adapun Park (1936) menyebutkan ciri – ciri komunitas ada 3, yaitu:
1. Kumpulan orang yang terorganisir secara teritorial.
2. Kurang lebih menempati tempat yang sama.
3. Adanya saling ketergantungan antar satuan unit individu.

Dalam dinamika suatu komunitas, terdapat tiga hal penting, yaitu:
 Local Society  berkaitan dengan struktur dan Kultur.
 Local Ecology  berkaitan dengan pola adaptasi ekologi.
Bagaimana perubahan wilayah teritori (dipengaruhi bentuk topografi) mempengaruhi bidang – bidang lainnya karena bentuk adaptasi manusia terhadap perubahan ekologi tempat ia tinggal.
 Collective Action  Kelembagaan.

Pengertian Pengembangan Masyarakat
Secara umum, pengembangan masyarakat dapat diartikan sebagai suatu gerakan yang sudah direncanakan yang didesain khusus untuk membuat hidup menjadi lebih baik dimana dalam pelaksanaannya membutuhkan partisipasi aktif dan inisiatif dari komunitas terkait. Selain itu, Pengembangan masyarakat (community development) merupakan proses hasil swadaya masyarakat yang disinergikan dengan usaha – usaha atau progam – progam pemerintah setempat guna meningkatkan taraf hidup masyarakat – komunitas.
Pembangunan adalah perubahan yang direncanakan. Suatu progam perubahan tidak dapat dilakukan tanpa memperdulikan manusia (komunitas) yang ada disekitarnya. Menurut Troeller (1978), ada enam pendekatan pembangunan, yaitu:
1. Pendekatan Pertumbuhan.
2. Pertumbuhan dan pemerataan.
3. Tata ekonomi internasional baru.
4. Ketergantungan.
5. Kebutuhan pokok.
6. Pendekatan kemandirian.
Setelah melalui enam pendekatan pembangunan, didapati kesimpulan bahwa perlu adanya suatu perubahan paradigma pembangunan dari production centered development pembangunan top – down) menjadi people centered development (pembangunan bottom – up). Perlu adanya perubahan progam dari sentralisasi menjadi desentralisasi. Mobilisasi menjadi partisipasi. Penaklukan menjadi pemberdayaan. Eksploitasi menjadi pelestarian. Nasional menjadi teritorial, dan Ekonomi konvensional menjadi keswadayaan lokal.

Pertanyaan Kritis
1. Seperti dijelaskan bahwa komunitas harus berstruktur. Apakah struktur yang dimaksud harus ada ketua, bendahara, sekretaris? Bukankah struktur lebih menekankan pada pola hubungan ? apakah interaksi antara nelayan dan pekerja dan pemilik modal yang ada di kampung nelayan tidak bisa disebut struktur ?
2. Komunitas bisa disebut komunnitas bila kumpulan orang didalamnya memiliki homogenisasi dan interaksi yang tinggi. Pertanyaannya, komplek perumahan pensiunan TNI dan atau Polisi yang jarang berinteraksi tapi homogen karena sama- sama keluarga pensiunan TNI/Polisi disebut komunitas atau Masyarakat?

Masih Ada Natal di Januari

Bogor berubah cerita diawal tahun. Tahun ini, persebaran hujan lebih merata sepanjang hari. Jika minggu yang lalu hujan hanya turun pada sore hari, hari ini adalah hari ketiga hujan juga mengguyur pada pagi hari. Januari menjadi lambang nyata bahwa 2012 sudah tutup usia. Akan tetapi, hari ini aku menemukan fakta mengejutkan, masih ada Natal di Januari.
more »